Bahaya dan Besarnya Dosa Riba dalam Islam

Dalam ajaran Islam, keadilan dan kebersihan dalam transaksi keuangan sangat diutamakan. Salah satu larangan keras yang terkadang masih dianggap sepele adalah praktik riba. Padahal, syariat memberikan peringatan yang amat tegas mengenai tingkatan dosa dari perbuatan ini.

Banyak orang bertanya-tanya, apakah dosa riba memang lebih besar dibanding zina? Berdasarkan riwayat hadis, dosa riba terbagi hingga 72 pintu dosa. Yang sangat mengejutkan, tingkat dosa riba yang paling ringan sekalipun diumpamakan setara dengan perbuatan noda berzina dengan ibu kandung sendiri. Hal ini menggambarkan betapa dibencinya praktik tersebut di sisi Allah SWT.

Selain itu, terdapat pula riwayat yang menyebutkan bahwa satu dirham harta yang diperoleh dari hasil riba, lalu dimakan oleh seseorang dalam keadaan sadar, nilainya jauh lebih berat dosanya daripada berzina puluhan kali. Mengapa ancamannya begitu berat? Jika zina merupakan dosa besar yang merusak kehormatan diri dan garis keturunan, maka riba adalah bentuk kezaliman sosial yang merusak tatanan ekonomi, mengisap darah sesama, dan menindas orang-orang yang sedang berada dalam kesusahan.

Oleh sebab itu, penting bagi setiap muslim untuk senantiasa berhati-hati dalam bermuamalah. Memastikan bahwa setiap harta yang kita hasilkan berasal dari jalan yang halal dan bebas dari unsur riba adalah kunci utama untuk meraih keberkahan hidup di dunia dan keselamatan di akhirat.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait