Benarkah "Ekstrim" atau "Ekstrem"? Ini Kata Baku Menurut KBBI

Kata "ekstrem" mungkin sering kita dengar dalam percakapan sehari-hari, terutama saat membahas hal-hal yang dianggap melampaui batas wajar. Namun, pernahkah kamu bertanya-tanya, apakah penulisan ekstrem itu sudah benar menurut kaidah bahasa Indonesia?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), ekstrem adalah bentuk baku dari kata tersebut. Sementara itu, "ekstrim" justru dicatat sebagai bentuk tidak baku. Jadi, meskipun banyak orang menulis "ekstrim", sebenarnya itu merupakan penyimpangan ejaan yang sebaiknya diperbaiki.

Kata ekstrem sendiri mengacu pada sesuatu yang berada di ujung paling tinggi, paling keras, atau paling jauh dari titik tengah. Misalnya, "pendapatnya sangat ekstrem" atau "cuaca ekstrem melanda wilayah ini". Kata ini berasal dari bahasa Latin extremus, yang berarti "paling ujung", dan telah diserap ke dalam bahasa Indonesia dengan penyesuaian ejaan.

Meski penggunaan "ekstrim" begitu meluas—terutama di media sosial dan tulisan informal—penting untuk mengingat bahwa ekstrem adalah pilihan yang tepat jika kita ingin berbicara atau menulis sesuai kaidah bahasa yang baku.

Jadi, ke depan, jangan ragu untuk memilih ekstrem jika kamu ingin tetap sesuai dengan aturan bahasa Indonesia yang benar. Kecil memang bedanya, tapi besar dampaknya bagi kejernihan berkomunikasi.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait