Februari atau Pebruari? Ini Penjelasannya
Di antara kita, mungkin masih sering terdengar pertanyaan: mana yang benar, Februari atau Pebruari? Jawabannya cukup jelas—Februari adalah bentuk yang baku, sedangkan Pebruari dianggap tidak baku.
Penulisan yang benar mengikuti kaidah Ejaan yang Disempurnakan (EBD), yang menjadi pedoman resmi dalam bahasa Indonesia. Dalam aturan ini, penyerapan kata asing—seperti kata "February" dari bahasa Inggris—harus disesuaikan dengan pelafalan dan ejaan yang konsisten. Meskipun bunyi "p" dan "f" terdengar mirip dalam pengucapan sehari-hari, huruf "f" tetap digunakan karena merepresentasikan asal kata tersebut dengan lebih tepat.
Meski begitu, tak jarang kita masih melihat atau mendengar bentuk "Pebruari", terutama di dokumen lama, spanduk, atau percakapan informal. Hal ini terjadi karena kebiasaan lisan dan pengaruh daerah yang masih melekat. Namun, dalam tulisan formal—seperti surat, laporan, atau media cetak—penggunaan Februari wajib diterapkan agar sesuai dengan kaidah bahasa yang berlaku.
Faktanya, bahasa hidup dan terus berkembang. Tapi, tetap penting untuk memahami mana bentuk yang diakui secara resmi, terutama jika menyangkut kejelasan dan keseragaman komunikasi. Jadi, ke depan, jangan ragu untuk memilih Februari saat menulis—bukan hanya benar secara aturan, tapi juga menunjukkan rasa hormat terhadap kaidah bahasa kita.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.