Kenapa Anak Kecil Sebaiknya Tidak Main TikTok?

Belakangan, TikTok menjadi fenomena di kalangan pengguna internet, tak terkecuali anak-anak. Aplikasi ini memang menarik dengan konten-konten singkat yang menghibur—dari tarian, lawakan, hingga kehidupan sehari-hari. Namun, meski populer, para ahli dan lembaga kesehatan jiwa menyarankan agar anak usia 6 hingga 11 tahun tidak sembarangan menggunakan TikTok.

Alasannya bukan tanpa sebab. Di usia tersebut, anak-anak masih dalam tahap perkembangan psikologis yang sangat sensitif. Mereka belum mampu sepenuhnya membedakan antara konten yang sehat dan yang berpotensi merugikan. Banyak konten di TikTok yang tidak terfilter dengan baik—mulai dari perilaku berlebihan, komentar negatif, hingga konten yang kurang sesuai dengan usia. Paparan terus-menerus terhadap hal-hal semacam ini bisa memengaruhi cara anak memandang diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Selain itu, interaksi sosial di dunia maya yang tidak terkendali bisa mengganggu pola sosialisasi anak di dunia nyata. Ketergantungan pada validasi dari "like" atau komentar bisa membentuk harga diri yang rentan. Anak bisa merasa perlu tampil "sempurna" untuk diterima, padahal di usia mereka, belajar menjadi diri sendiri justru lebih penting.

Orang tua punya peran besar di sini. Alih-alih melarang total, lebih baik dampingi anak saat berselancar di dunia digital. Atur batasan waktu, pilihkan konten edukatif, dan ajak bicara terbuka tentang apa yang mereka tonton. Dengan begitu, anak tetap bisa menikmati teknologi tanpa kehilangan masa kecilnya.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait