Peristiwa Hilangnya Hajar Aswad yang Mengejutkan

Hajar Aswad, salah satu batu paling sakral dalam Islam yang terletak di sudut Kabah, pernah mengalami peristiwa yang mengguncang dunia Muslim: batu itu sempat hilang selama puluhan tahun. Kejadian ini bukan legenda, melainkan bagian dari sejarah nyata yang terekam oleh para ulama dan sejarawan.

Pada tahun 930 Masehi, kelompok Qaramitah, sebuah sekte yang terkenal radikal pada masa itu, menyerbu Mekkah selama musim haji. Dalam serangan yang mengejutkan ini, mereka membunuh jamaah, mencuri benda-benda suci, dan bahkan mencopot Hajar Aswad dari dinding Kabah. Batu suci itu kemudian dibawa pergi ke daerah Qaramitah di wilayah Bahrain saat ini.

Yang lebih mengejutkan, penguasa Abbasiyah yang saat itu berkuasa di Baghdad tidak mampu langsung memulihkan batu itu. Qaramitah bahkan meminta tebusan besar sebagai syarat pengembalian Hajar Aswad. Namun, permintaan itu ditolak. Barulah pada tahun 953 Masehi, setelah 23 tahun menghilang, batu tersebut dikembalikan secara misterius — entah karena tekanan politik, perubahan kekuasaan dalam kelompok Qaramitah, atau pertimbangan lain yang masih diperdebatkan.

Saat batu itu kembali, kondisinya sudah tidak utuh. Hajar Aswad yang kita lihat hari ini terdiri dari beberapa pecahan kecil yang dirangkai dalam bingkai perak. Meski kecil, kehadirannya tetap menjadi simbol yang sangat dimuliakan oleh umat Islam di seluruh dunia.

Kisah hilangnya Hajar Aswad mengingatkan kita bahwa bahkan benda suci pun pernah mengalami ujian dalam perjalanan sejarah. Namun, keyakinan umat dan kehormatan Ka'bah tetap tak tergoyahkan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait