Apakah Haji Ada Lewat Jumroh?

Selama menjalankan ibadah haji, salah satu rukun yang wajib dilakukan adalah lempar jumroh. Jadi, ya—haji memang ada lewat jumroh. Ini bukan sekadar ritual biasa, melainkan bagian penting dari rangkaian ibadah yang penuh makna.

Lempar jumroh dilakukan setelah jamaah menyelesaikan wukuf di Arafah, lalu melanjutkan ke Muzdalifah dan Masjid Nabawi. Namun, puncaknya terjadi di Mina, tempat jamaah melempar kerikil ke tiga tiang yang disebut jumroh. Tiang-tiang ini melambangkan godaan setan yang harus ditolak oleh manusia.

Ritual ini dilakukan selama tiga hari setelah Idul Adha, yaitu tanggal 10, 11, 12, dan 13 Dzulhijjah. Setiap hari, jamaah melempar ketiga jumroh—Jumroh Ula, Wustho, dan Aqabah—masing-masing dengan tujuh kerikil. Ukuran kerikilnya kecil, sekitar ukuran kacang polong, dan diambil dari area sekitar Mina.

Sejak tahun-tahun tertentu, pemerintah Arab Saudi telah membangun jembatan khusus untuk memudahkan proses lempar jumroh. Ini membantu menghindari kerumunan dan menjaga keselamatan ribuan jamaah yang datang dari seluruh dunia.

Secara simbolis, lempar jumroh mengingatkan umat Islam untuk selalu berjuang melawan hawa nafsu dan godaan. Seperti Nabi Ibrahim yang menolak godaan setan saat diperintahkan Allah, umat muslim diajarkan untuk tegas menolak segala bentuk dosa.

Jadi, lempar jumroh bukan sekadar kewajiban fisik, tapi juga ujian kesabaran, keteguhan hati, dan keikhlasan. Bagi jamaah haji, momen ini menjadi bagian yang tak terlupakan dalam perjalanan spiritual mereka.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait