Apakah Rasa Haus Termasuk Tanda Sakaratul Maut?

Bagi umat muslim, kematian bukan sekadar perpisahan dunia, melainkan bagian dari takdir ilahi. Dalam ajaran Islam, saat menjelang wafat atau yang dikenal sebagai sakaratul maut, ada beberapa tanda yang sering disebutkan berdasarkan hadis dan pengalaman para ulama. Salah satunya adalah rasa haus yang sangat hebat disertai sensasi panas dalam tubuh.

Ustaz Abdul Somad (UAS), dalam salah satu tausiyahnya, menjelaskan bahwa menjelang ajal tiba, seseorang bisa merasakan kehausan luar biasa dan panas berlebihan. Ia menyebut hal ini sebagai bagian dari proses alamiah yang dialami oleh jiwa saat mulai dipisahkan dari raga. “Menjelang sakaratul maut itu haus, panas,” ujarnya, mengutip dari pemahaman kitab-kitab klasik dan riwayat-riwayat yang shahih.

Rasa haus di saat itu bukan hanya fisik, tapi juga simbolik dari dahaga jiwa yang mulai mencari kepastian. Dalam konteks spiritual, kondisi ini mengingatkan kita untuk selalu mempersiapkan diri dengan amal baik, istighfar, dan taubat, sebelum tiba saat yang tak terelakkan.

Meski tidak semua orang mengalami tanda yang sama secara persis, banyak kisah dari keluarga yang merawat orang tercinta di saat akhir hayat menyebutkan perubahan seperti ini—mulai dari kesulitan menelan, mulut kering, hingga napas yang berat. Namun, yang terpenting bukan hanya mengenali tanda-tandanya, tetapi juga bagaimana kita menyikapinya: dengan doa, ketenangan, dan kasih sayang.

Ingat, ajal tidak pernah datang tiba-tiba tanpa izin-Nya. Maka, jadikan setiap hembusan napas sebagai pengingat untuk berbuat baik selama masih diberi waktu.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait