Sering Marah Ternyata Bisa Memicu Stroke, Ini Penjelasannya
Apakah sering marah bisa menyebabkan stroke? Pertanyaan ini mungkin sering terlintas di benak banyak orang, terutama bagi yang sering merasa emosional. Jawabannya, ya—kemarahan yang intens dan berulang memang bisa meningkatkan risiko stroke.
Sebuah penelitian yang diungkap pada awal Desember 2021 menunjukkan bahwa ledakan amarah yang hebat dalam waktu singkat bisa memicu tekanan darah melonjak tajam. Kondisi ini, jika terjadi berulang, dapat merusak pembuluh darah di otak dan jantung. Dalam jangka panjang, hal ini meningkatkan kemungkinan terjadinya stroke, terutama jenis stroke iskemik yang disebabkan oleh penyumbatan pembuluh darah.
Studi lain juga menemukan bahwa orang yang mudah marah dan stres memiliki risiko 20 hingga 30 persen lebih tinggi mengalami stroke dibanding mereka yang lebih tenang. Emosi negatif seperti marah memicu tubuh melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol. Hormon ini membuat jantung bekerja lebih keras, pembuluh darah menyempit, dan tekanan darah naik—kondisi yang berbahaya bagi kesehatan otak.
Selain itu, kebiasaan buruk yang sering menyertai kemarahan—seperti merokok, minum alkohol, atau makan berlebihan—juga ikut memperbesar risiko. Oleh karena itu, penting untuk belajar mengelola emosi dengan cara sehat. Teknik pernapasan, meditasi, atau sekadar berjalan kaki saat merasa kesal bisa membantu meredam amarah sebelum membahayakan tubuh.
Kesehatan bukan hanya soal makanan dan olahraga, tapi juga bagaimana kita mengelola perasaan. Jaga emosi, jaga tubuh. Karena ternyata, marah-marah bukan cuma bikin suasana tegang—tapi juga bisa berujung pada masalah serius seperti stroke.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.