Apakah Kanker Kelenjar Getah Bening Harus Dioperasi?

Kanker kelenjar getah bening, atau yang dikenal juga sebagai limfoma, tidak selalu diatasi dengan operasi. Berbeda dengan jenis kanker lain yang sering diangkat melalui pembedahan, limfoma justru lebih sering ditangani dengan kemoterapi, radioterapi, atau terapi imun, tergantung pada jenis dan stadiumnya.

Operasi bukan metode utama dalam penanganan kanker ini karena kelenjar getah bening tersebar di seluruh tubuh. Mengangkat satu atau dua bagian tidak cukup untuk menghentikan penyebaran sel kanker. Namun, operasi masih bisa dilakukan dalam tahap awal – bukan untuk mengobati, melainkan untuk mengambil sampel jaringan (biopsi) agar dokter bisa memastikan diagnosis.

Setelah diagnosis ditegakkan, dokter akan menentukan jenis limfoma – apakah itu limfoma Hodgkin atau non-Hodgkin – karena masing-masing memerlukan pendekatan berbeda. Jika kanker masih pada stadium awal dan terlokalisasi, radioterapi bisa menjadi pilihan utama. Namun, bila sudah menyebar, kemoterapi atau kombinasi terapi menjadi pilihan yang lebih efektif.

Penting untuk berkonsultasi langsung dengan dokter spesialis onkologi agar penanganan yang dipilih sesuai dengan kondisi pasien secara menyeluruh – usia, kesehatan umum, dan jenis limfoma yang diderita. Perkembangan terapi saat ini membuat banyak pasien bisa menjalani hidup normal bahkan setelah diagnosis kanker kelenjar getah bening.

Jadi, meskipun operasi tidak selalu diperlukan, deteksi dini dan penanganan yang tepat tetap menjadi kunci keberhasilan pengobatan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait