Apakah Sering Marah Bisa Menyebabkan Hipertensi Jangka Panjang?

Banyak orang percaya bahwa sering marah-marah secara otomatis akan membuat seseorang mengidap tekanan darah tinggi atau hipertensi dalam jangka panjang. Namun, secara medis, hubungannya tidak sesederhana itu. Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah yang kuat bahwa rasa marah atau stres yang berdiri sendiri dapat menjadi penyebab langsung hipertensi kronis.

Saat Anda merasa marah atau tertekan, tubuh memang akan melepaskan lonjakan hormon seperti adrenalin dan kortisol. Hormon-hormon ini menyebabkan jantung berdetak lebih cepat dan pembuluh darah menyempit, yang memicu kenaikan tekanan darah sementara. Begitu rasa marah mereda dan emosi Anda kembali stabil, tekanan darah biasanya akan turun kembali ke level normal.

Bahaya yang sebenarnya justru terletak pada bagaimana cara seseorang bereaksi dan mengelola amarah tersebut. Ketika stres atau rasa marah dilampiaskan dengan kebiasaan yang tidak sehat—seperti merokok, mengonsumsi makanan asin secara berlebihan, kurang tidur, atau melarikan diri ke minuman beralkohol—tindakan inilah yang merusak sistem kardiovaskular secara perlahan.

Gaya hidup buruk yang dipicu oleh manajemen emosi yang negatif itulah yang secara nyata meningkatkan risiko hipertensi menetap, serangan jantung, hingga stroke. Oleh karena itu, menjaga kesehatan mental dan mempelajari teknik relaksasi sangat penting. Bukan hanya untuk menenangkan pikiran, tetapi juga untuk melindungi kesehatan jantung Anda dalam jangka panjang.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait