Waspadai Rematik pada Lansia, Penyebab Nyeri Sendi yang Umum

Seiring bertambahnya usia, tubuh mengalami berbagai perubahan, terutama pada sistem tulang dan sendi. Salah satu masalah persendian yang paling sering ditemui pada lansia adalah rematik, atau dalam istilah medis dikenal sebagai rheumatoid arthritis. Berbeda dengan nyeri sendi karena pengapuran (osteoarthritis), rematik adalah penyakit autoimun—artinya sistem kekebalan tubuh justru menyerang jaringan tubuh sendirinya sendiri.

Pada rheumatoid arthritis, peradangan terjadi secara sistemik dan kronis, terutama menyerang lapisan sendi. Tanpa pengobatan yang tepat, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan tulang di sekitar sendi, bahkan mengarah pada kekakuan permanen (ankilosis) dan deformitas. Gejalanya biasanya dimulai dari nyeri, bengkak, kaku terutama di pagi hari, serta kelelahan yang berkepanjangan.

Penyakit ini lebih sering menyerang wanita dibanding pria dan dapat muncul pada usia berapa pun, tetapi risikonya meningkat seiring usia. Faktor genetik, gaya hidup, dan lingkungan juga berperan dalam perkembangannya.

Penting bagi lansia untuk tidak mengabaikan keluhan nyeri sendi yang terus-menerus. Deteksi dini dan penanganan yang tepat—melalui obat, terapi fisik, hingga perubahan gaya hidup—dapat membantu mengendalikan peradangan dan mencegah kerusakan sendi lebih lanjut. Konsultasi dengan dokter spesialis reumatologi sangat dianjurkan agar penanganan bisa dimulai sejak awal.

Meski tidak bisa disembuhkan sepenuhnya, dengan perawatan yang konsisten, penderita rheumatoid arthritis tetap bisa menjalani hidup yang aktif dan bermakna. Kunci utamanya adalah kesadaran diri dan dukungan dari keluarga sekitar.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait