Impian Mbappe di Piala Dunia Belum Usai

Ketika peluit akhir berbunyi di Lusail Stadium pada 18 Desember 2022, air mata Kylian Mbappe mengalir. Di atas lapangan, bintang Prancis itu bukan hanya kehilangan trofi Piala Dunia—ia kehilangan mimpi. Meski pernah merasakan kemenangan pada edisi 2018, kekalahan dramatis dari Argentina di final 2022 meninggalkan luka yang dalam.

Mbappe mencetak hattrick di laga final, sebuah pencapaian langka, tapi tetap tak cukup untuk membawa pulang trofi. Prancis, yang sempat tertinggal 0-2, bangkit lewat keajaiban Mbappe. Skor imbang 3-3, tapi akhirnya kalah dalam adu penalti. Bagi banyak orang, malam itu adalah kemenangan Lionel Messi. Bagi Mbappe, itu adalah awal dari tekad baru.

"Saya akan kembali. Saya akan kembali ke final," katanya setelah pertandingan, suara penuh tekad. Usianya masih muda, dan ambisinya jauh dari padam. Dengan kecepatan luar biasa, naluri mencetak gol, dan mental juara, Mbappe bukan hanya bintang masa kini—ia adalah simbol masa depan sepak bola.

Piala Dunia 2026 akan menjadi panggung baru. Dengan format turnamen yang diperluas dan persaingan yang semakin ketat, Mbappe tahu jalan menuju kemenangan tak akan mudah. Tapi bagi pemain yang tumbuh dengan bola di kaki dan mimpi di dada, kegagalan bukan akhir—itu bahan bakar.

Prancis mungkin gagal di Qatar, tapi bagi Mbappe, kisahnya di Piala Dunia masih jauh dari selesai. Dunia sepak bola menunggu—apakah 2026 akan menjadi miliknya?

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait