Mengapa Harga Lightstick K-Pop Makin Mahal?
Kamu penggemar K-pop dan pernah merasa kaget melihat harga lightstick resmi artis favoritmu? Bukan halusinasi—harganya memang naik. Banyak fans ARMY, misalnya, mungkin sudah menyadari kenaikan harga ARMY Bomb, lightstick resmi BTS. Dari semula sekitar US$ 57 (Rp 798 ribu), kini harganya mencapai US$ 59 (Rp 826 ribu), berdasarkan data dari Weverse Shop, toko resmi milik HYBE.
Apa penyebab kenaikan ini? Salah satu faktor utamanya adalah kelangkaan pasokan. Pandemi global sempat mengganggu rantai produksi dan pengiriman, terutama dari pabrik-pabrik di Asia. Selain itu, permintaan dari fans yang terus melonjak, terutama saat comeback grup besar seperti BTS atau BLACKPINK, membuat stok cepat habis. Ketika barang langka, harga pun sering terdorong naik—baik di toko resmi maupun pasar sekunder.
Fans yang terlalu lama menunggu stok bisa tergoda beli dari penjual online dengan harga selangit. Belum lagi biaya pengiriman internasional dan pajak impor yang ikut menambah beban harga akhir. Meski terdengar kecil, selisih beberapa dolar per unit bisa signifikan kalau dikalikan jutaan lightstick yang terjual.
Buat fans, lightstick bukan sekadar aksesori—ia simbol dukungan dan bagian dari identitas komunitas. Maka wajar jika banyak yang rela merogoh kocek lebih dalam. Tapi tetap, kenaikan harga ini membuat sebagian fans muda mulai berpikir dua kali sebelum membeli.
Ke depannya, harapannya tentu ada solusi dari agensi agar barang tetap terjangkau tanpa mengorbankan kualitas. Sampai saat itu tiba, mungkin satu-satunya cara menenangkan dompet adalah… menunggu promosi atau edisi khusus yang lebih murah.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.