Benarkah Calon Idola Harus Bayar untuk Jadi Trainee?

Ketika mendengar kata "trainee" dalam industri K-pop, banyak orang bertanya-tanya: apakah mereka harus membayar untuk bisa menjalani pelatihan? Jawabannya, umumnya tidak. Sebagian besar agensi besar di Korea seperti SM, YG, atau JYP tidak memungut biaya dari para calon idola. Justru, merekalah yang menanggung semua pengeluaran selama masa pelatihan.

Bayangkan saja, satu orang trainee bisa menghabiskan biaya hingga sekitar 25 juta won per bulan (sekitar Rp300 juta). Angka ini mencakup biaya asrama, makan sehari-hari, pelatih vokal dan tari, ruang latihan, listrik, hingga produksi konten pelatihan. Semua dibiayai penuh oleh agensi sebagai investasi jangka panjang.

Agensi memang mengambil risiko besar di awal. Mereka mencari bakat melalui audisi, kemudian membina mereka bertahun-tahun sebelum akhirnya debut. Tidak semua trainee berhasil jadi artis, tapi mereka tetap diberi kesempatan dan fasilitas tanpa diminta bayaran di muka.

Memang ada beberapa kasus di mana agensi kecil meminta kontribusi finansial dari trainee, terutama di luar Korea, tapi itu bukan standar industri utama. Di Korea Selatan, sistemnya dirancang agar bakat bisa bersinar tanpa hambatan finansial.

Jadi, meskipun jalan menjadi idola sangat kompetitif dan melelahkan, setidaknya calon trainee tidak perlu khawatir soal biaya di awal. Yang paling penting adalah bakat, kerja keras, dan tekad yang kuat untuk bertahan dalam masa pelatihan yang penuh tantangan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait