Bolehkah Pijat saat Nyeri Osteoartritis?

Jika Anda mengalami nyeri akibat osteoartritis, mungkin pernah terlintas di pikiran untuk mencoba pijat guna meredakan ketidaknyamanan. Jawabannya, boleh saja—asal dilakukan dengan hati-hati dan sebagai terapi tambahan, bukan pengganti perawatan medis utama.

Osteoartritis adalah kondisi peradangan sendi yang umum terjadi seiring usia, terutama di lutut, pinggul, atau tangan. Rasa nyeri dan kaku bisa membuat aktivitas sehari-hari terganggu. Pijat, jika dilakukan oleh terapis berpengalaman dan dengan tekanan yang tepat, dapat membantu melancarkan sirkulasi darah, mengurangi ketegangan otot di sekitar sendi, serta memberi rasa rileks yang bermanfaat secara psikologis.

Namun, penting untuk diingat bahwa pijat bukanlah obat penyembuh osteoartritis. Justru, tekanan yang terlalu kuat atau teknik yang salah bisa memperparah peradangan atau menimbulkan nyeri lebih hebat. Karena itu, selalu konsultasikan dulu dengan dokter atau fisioterapis sebelum memutuskan untuk dipijat.

Beberapa studi menunjukkan bahwa terapi pijat ringan secara rutin bisa membantu meredakan gejala, terutama bila dikombinasikan dengan olahraga ringan seperti berenang atau jalan kaki, serta pengobatan yang diresepkan dokter. Pijat juga dapat meningkatkan kualitas tidur dan mengurangi stres, yang ikut berperan dalam mengelola nyeri kronis.

Jadi, meskipun pijat bukan solusi utama, ia bisa menjadi bagian dari pendekatan holistik dalam mengelola osteoartritis. Yang terpenting, dengarkan tubuh Anda—jika terasa sakit atau tidak nyaman selama atau setelah pijat, hentikan segera dan konsultasikan ke tenaga medis.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait