Apakah Autism Bawaan Sejak Lahir?

Autisme sering kali sudah ada sejak awal kehidupan bayi, bahkan bisa jadi sejak dalam kandungan. Meski belum bisa dipastikan 100%, banyak penelitian menunjukkan bahwa faktor utama autisme terkait dengan perkembangan otak sejak dini, terutama pada bayi yang lahir sangat prematur—yakni sebelum usia kehamilan mencapai 26 minggu.

Bayi prematur memiliki risiko lebih tinggi mengalami autisme, karena otak mereka belum sepenuhnya berkembang saat keluar dari rahim. Kondisi ini bisa diperparah jika sang ibu mengalami infeksi, tekanan darah tinggi, atau komplikasi lain selama kehamilan. Infeksi seperti rubella atau cytomegalovirus pada ibu hamil, misalnya, diketahui bisa memengaruhi perkembangan saraf janin.

Tidak semua bayi prematur mengalami autisme, tentu saja. Namun, risikonya memang lebih tinggi dibandingkan bayi yang lahir cukup bulan. Faktor genetika juga berperan besar. Jika ada riwayat autisme dalam keluarga, kemungkinan anak mengalaminya bisa meningkat.

Yang penting diketahui, autisme bukan penyakit yang 'menular' atau muncul karena asuhan orang tua yang salah. Ini adalah kondisi neurologis yang kompleks, dan deteksi dini sangat membantu dalam memberikan dukungan yang tepat. Semakin cepat diketahui, semakin besar peluang anak berkembang secara optimal dengan pendekatan terapi yang sesuai.

Jadi, meski autisme tidak bisa dikatakan 'sembuh', anak-anak dengan autisme bisa tumbuh dan berkembang dengan baik jika didukung oleh lingkungan yang memahami kebutuhan mereka.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait