Apakah Nyeri Sendi Bisa Diturunkan dari Keluarga?

Ada yang bertanya, apakah nyeri sendi itu penyakit keturunan? Jawabannya, tidak sepenuhnya. Meskipun nyeri sendi—terutama yang disebabkan oleh radang seperti osteoarthritis atau rheumatoid arthritis—bukan penyakit yang langsung diturunkan dari orang tua ke anak, ternyata faktor genetika bisa memegang peran penting.

Faktor keturunan memang bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan sendi. Jika dalam keluarga ada yang pernah didiagnosis dengan radang sendi, kemungkinan anggota keluarga lain ikut mengalaminya lebih besar. Namun, ini bukan berarti penyakitnya langsung diturunkan, melainkan kecenderungan genetik yang membuat tubuh lebih rentan terhadap peradangan atau kerusakan sendi seiring usia.

Selain gen, ada juga faktor lain yang turut berpengaruh, seperti berat badan, gaya hidup, cedera di masa lalu, hingga aktivitas fisik sehari-hari. Orang yang pekerjaannya menuntut gerakan berulang atau beban berat, misalnya, bisa lebih berisiko mengalami nyeri sendi meskipun tidak ada riwayat keluarga.

Untuk itu, meskipun genetika tidak bisa diubah, pola hidup tetap bisa dikendalikan. Menjaga berat badan ideal, rutin bergerak, serta mengonsumsi makanan bergizi bisa membantu menjaga kesehatan sendi. Olahraga ringan seperti berenang atau bersepeda juga dianjurkan untuk memperkuat otot tanpa membebani sendi.

Jadi, meski keluarga pernah ada yang menderita nyeri sendi, bukan berarti nasib sudah ditentukan. Dengan pencegahan sejak dini, risiko bisa ditekan. Jika mulai merasa nyeri yang tak kunjung hilang, sebaiknya segera konsultasi ke dokter agar penanganan bisa dilakukan lebih awal.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait