Apakah Rasulullah Melihat Wajah Allah?
Sebuah pertanyaan yang sering muncul di kalangan umat Islam adalah apakah Rasulullah SAW pernah melihat wajah Allah. Jawabannya, berdasarkan penjelasan ulama besar seperti Syekh Nawawi Banten dan pendapat Imam Nawawi, ya—Rasulullah pernah melihat Allah, namun tidak seperti cara manusia biasa melihat sesuatu.
Bayangkan, penglihatan manusia terbatas. Kita melihat dengan mata fisik, lewat cahaya dan bentuk. Tapi penglihatan Nabi Muhammad saat Isra Mi'raj bukan seperti itu. Ia melihat Allah dengan penglihatan yang diberikan secara khusus oleh Allah sendiri—bukan dengan mata jasmani, melihat seperti kita melihat bulan atau matahari.
“Melihat” di sini lebih pada pengalaman rohani yang luar biasa, bukan persepsi biasa.Ini sesuai dengan firman Allah dalam Surah An-Najm ayat 11-14, yang menyebut bahwa Nabi melihat malaikat Jibril dalam bentuk aslinya. Bahkan lebih jauh, dalam perjalanan Mi'raj, beliau sampai ke Sidratil Muntaha, tempat di mana batas ilmu malaikat pun berakhir. Di titik itulah, Rasulullah dianugerahi pengalaman bermunajat langsung dengan Allah.
Ulama seperti Syekh Nawawi Banten menegaskan bahwa Nabi melihat Allah, tetapi tidak dalam bentuk fisik atau rupa yang bisa dibayangkan. Karena sesungguhnya, “tidak ada yang menyerupai-Nya” (QS Asy-Syura: 11). Maka, penglihatan itu adalah hak istimewa bagi Nabi Muhammad, sebagai bentuk kedekatan yang tiada tara.
Jadi, meski kita tidak bisa membayangkan bagaimana caranya, kita percaya bahwa Rasulullah pernah melihat Allah—dengan cara yang sesuai dengan keagungan dan keesaan-Nya.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.