Hubungan Erat Antara Stres dan Lonjakan Asam Lambung
Banyak orang tidak menyadari bahwa kondisi pikiran memiliki dampak langsung terhadap kesehatan pencernaan. Saat beban kerja menumpuk atau pikiran sedang kalut, perut sering kali mendadak terasa perih, mual, atau kembung. Lantas, apakah stres benar-benar bisa memicu naik tingginya kadar asam di dalam perut?
Jawabannya adalah ya. Menurut dr. Aru, respons ini terjadi karena sistem pengatur pengeluaran asam lambung berpusat di otak. Hubungan antara otak dan saluran pencernaan terjalin sangat erat melalui jaringan saraf. Sebagai analogi sederhana, ketika seseorang melihat makanan yang menggugah selera, otak secara otomatis merespons dengan memicu keluarnya air liur. Mekanisme serupa terjadi saat tubuh mengalami tekanan emosional.
Ketika Anda mengalami stres atau kecemasan, otak memberikan sinyal alami yang merangsang lambung untuk memproduksi asam secara berlebihan. Selain itu, kondisi ini juga dapat membuat otot pembatas di kerongkongan menjadi lebih sensitif dan mengendur, sehingga asam lebih mudah naik ke atas dan menimbulkan sensasi terbakar di dada.
Oleh sebab itu, menjaga kesehatan pencernaan tidak hanya bergantung pada pola makan sehari-hari, tetapi juga pada kemampuan mengelola stres dengan bijak. Menerapkan teknik relaksasi, tidur yang cukup, serta menjaga keseimbangan pikiran sangat membantu meredakan ketegangan otak sehingga fungsi lambung tetap stabil.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.