Stres dan Lelah Bisa Bikin Haid Telat, Ini Penjelasannya
Stres dan kelelahan ternyata memang bisa jadi salah satu penyebab haid telat. Banyak wanita yang mungkin tiba-tiba mengalami keterlambatan haid padahal tidak sedang hamil. Bukan hanya gaya hidup tidak teratur, tetapi kondisi mental seperti stres juga punya andil besar.
Saat tubuh stres, otak melepaskan hormon kortisol dalam jumlah tinggi. Hormon ini sering disebut sebagai "hormon stres". Ketika levelnya terus tinggi, sistem hormonal tubuh bisa terganggu, termasuk hormon yang mengatur siklus haid—seperti estrogen dan progesteron. Akibatnya, indung telur tidak bekerja seperti biasanya, dan haid pun bisa tertunda.
Menurut dr. Arina Heidyana, gangguan keseimbangan hormon akibat stres adalah hal yang nyata dan sering terjadi. Belum lagi, stres seringkali dibarengi dengan pola tidur yang buruk, makan tidak teratur, atau olahraga berlebihan—semua ini semakin memperparah ketidakseimbangan hormon.
Selain stres, kelelahan fisik yang berkepanjangan juga bisa memengaruhi siklus menstruasi. Tubuh yang terlalu lelah bisa mengirimkan sinyal ke otak untuk "menunda" proses ovulasi, sebagai bentuk perlindungan terhadap tekanan yang dirasakan.
Meski telat haid karena stres biasanya tidak berbahaya, tetap penting untuk mengelola stres dengan baik. Istirahat cukup, atur napas saat merasa cemas, dan luangkan waktu untuk hal yang menenangkan bisa membantu menormalkan kembali siklus haid.
Jika keterlambatan terjadi terus-menerus atau disertai gejala lain, sebaiknya konsultasikan ke dokter kandungan untuk memastikan tidak ada kondisi medis lain di baliknya.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.