Stres Bisa Bikin Tekanan Darah Naik, Benarkah?

Stres ternyata memang bisa menyebabkan tekanan darah naik, meskipun hanya bersifat sementara. Saat tubuh merasa tertekan atau cemas, otak langsung mengirim sinyal ke kelenjar adrenal untuk melepaskan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin. Hormon-hormon ini memicu berbagai respons alami tubuh—jantung berdetak lebih kencang, pembuluh darah menyempit, dan kadar gula darah meningkat. Semua ini pada akhirnya bisa membuat tekanan darah ikut melonjak.

Selain itu, saat stres, tubuh juga cenderung memompa lebih banyak darah untuk merespons ancaman. Volume darah yang meningkat ini turut berperan dalam kenaikan tekanan darah. Namun, kondisi ini biasanya hanya terjadi dalam jangka pendek. Begitu stres mereda, tekanan darah pun cenderung kembali normal.

Meski begitu, kalau stres terus-menerus terjadi tanpa dikelola dengan baik, risikonya bisa jadi lebih serius. Tekanan darah yang sering naik-turun bisa mempercepat kerusakan pembuluh darah dan meningkatkan peluang terkena hipertensi jangka panjang. Belum lagi, banyak orang yang saat stres justru mencari pelarian dengan merokok, minum alkohol, atau makan makanan tinggi garam—semua kebiasaan ini juga ikut memperburuk tekanan darah.

Oleh karena itu, penting untuk belajar mengelola stres. Cukup istirahat, olahraga teratur, meditasi, atau sekadar berbicara dengan orang terpercaya bisa sangat membantu. Menjaga kesehatan mental bukan hanya baik untuk pikiran, tapi juga untuk jantung dan pembuluh darah. Jadi, jangan anggap remeh stres—karena tubuh pun ikut merasakannya.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait