Apakah Stunting Bisa Disembuhkan?
Stunting memang menjadi perhatian serius di Indonesia, terutama bagi tumbuh kembang anak. Banyak orang tua bertanya, apakah kondisi ini bisa disembuhkan? Jawabnya, meski tidak serta-merta "sembuh" seperti penyakit pada umumnya, kondisi stunting masih bisa diperbaiki, terutama jika ditangani sejak dini.
Menurut Novita Sabjan, Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Banyumas, penanganan stunting paling efektif dilakukan pada anak di bawah lima tahun. “Masih bisa dikejar asupan gizinya dengan catatan anak di bawah lima tahun,” jelasnya. Lebih spesifik lagi, intervensi gizi akan jauh lebih berhasil jika dilakukan saat anak masih berusia di bawah dua tahun—masa emas pertumbuhan otak dan tubuh.
Stunting bukan hanya soal pendek, tetapi juga dampak dari kekurangan gizi kronis, infeksi berulang, dan kurangnya stimulasi lingkungan. Anak yang kekurangan nutrisi penting seperti protein, zat besi, dan vitamin selama masa pertumbuhan awal cenderung mengalami hambatan fisik dan kognitif.
Kabar baiknya, dengan asupan gizi yang diperbaiki, pola asuh yang tepat, dan akses ke layanan kesehatan, pertumbuhan anak bisa ‘dikejar’ hingga mendekati potensi normalnya. Penting bagi keluarga untuk rutin memantau pertumbuhan anak di posyandu atau puskesmas, serta konsisten memberikan makanan bergizi seimbang.
Selain peran orang tua, dukungan dari pemerintah dan komunitas juga krusial. Edukasi gizi, air bersih, sanitasi, dan pencegahan infeksi turut membentuk lingkungan yang mendukung tumbuh kembang optimal anak. Dengan upaya bersama, masa depan anak Indonesia bisa lebih sehat dan cerah.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.