Apakah Stunting Masih Bisa Diperbaiki Setelah Anak Berusia di Atas 2 Tahun?
Stunting merupakan kondisi pertumbuhan terhambat yang umum terjadi pada anak akibat kekurangan gizi kronis, terutama dalam 1000 hari pertama kehidupan—dimulai sejak janin dalam kandungan hingga anak menginjak usia 2 tahun. Menurut dr. Hasto Wardoyo, Kepala BKKBN, masa ini adalah windows of opportunity atau jendela kesempatan emas untuk mencegah dan memperbaiki stunting.
Namun, bagaimana jika anak sudah melewati usia 2 tahun? Jawabannya: perbaikan masih bisa dilakukan, tetapi sangat terbatas. Jika intervensi gizi dilakukan setelah usia 2 tahun, yang dapat diperbaiki umumnya hanya berat badan, bukan tinggi badan atau potensi kognitif yang sebenarnya sudah tertinggal. Ini karena pertumbuhan tulang dan otak paling pesat terjadi sejak dalam kandungan hingga usia 2 tahun. Setelah itu, dampak kekurangan gizi menjadi jauh lebih sulit dipulihkan secara penuh.
Oleh karena itu, pencegahan stunting harus dimulai sejak dini—bahkan sebelum bayi lahir. Ibu hamil perlu mendapat asupan bergizi, pola makan anak di 2 tahun pertama harus optimal, dan akses terhadap layanan kesehatan harus memadai. Program seperti posyandu dan pendampingan keluarga oleh kader juga berperan penting dalam mendeteksi dini tanda-tanda stunting.
Meski stunting sulit diperbaiki setelah usia 2 tahun, bukan berarti upaya harus dihentikan. Gizi baik tetap penting untuk tumbuh kembang selanjutnya. Namun, kunci utamanya tetap pada tindakan awal: mencegah sejak hari pertama kehidupan. Dengan begitu, generasi masa depan bisa tumbuh lebih sehat, cerdas, dan kuat.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.