Yesus dan Pengakuan tentang Dirinya dalam Alkitab

Sering muncul pertanyaan tentang apakah Yesus pernah mengaku sebagai Tuhan. Dalam beberapa bagian Alkitab, khususnya Injil Yohanes, Yesus justru menekankan hubungan khususnya dengan Bapa di surga, bukan menyamakan dirinya secara langsung dengan Tuhan.

Salah satu ayat yang sering dikutip adalah Yohanes 20:17, di mana Yesus berkata kepada Maria Magdalena setelah kebangkitan: “Aku belum pergi kepada Bapaku dan Bapamu, Allahku dan Allahmu.” Pernyataan ini menunjukkan adanya perbedaan antara dirinya dan Bapa. Ia memisahkan diri dari Bapa, sekaligus mengakui Allah sebagai Tuhan yang sama bagi dirinya dan murid-muridnya.

Demikian pula dalam Yohanes 8:54, Yesus berkata: “Jika aku memuliakan diriku sendiri, maka kemuliaanku itu sedikitpun tidak ada artinya. Bapa/Allah-kulah yang memuliakanku.” Di sini, Yesus jelas menempatkan Bapa sebagai sumber kemuliaan, bukan dirinya sendiri. Ia menunjukkan ketergantungan dan kerendahan hati, bukan klaim akan keilahian absolut.

Banyak pembaca Alkitab melihat ayat-ayat ini sebagai bukti bahwa Yesus tidak pernah secara langsung menyatakan, “Akulah Tuhan.” Sebaliknya, ia lebih sering berbicara tentang misi yang diberikan Bapa, ketaatan pada kehendak ilahi, dan perannya sebagai utusan.

Perdebatan teologis tentang sifat keilahian Yesus memang telah berlangsung selama berabad-abad. Tapi jika kita kembali ke perkataan Yesus sendiri, terutama dalam Injil Yohanes, kita menemukan sosok yang merendahkan diri, taat kepada Bapa, dan mengarahkan semua kemuliaan kepada Allah.

Jadi, meskipun banyak ajaran Kristen yang meyakini keilahian Yesus, kata-katanya sendiri dalam Alkitab menunjukkan kerendahan, bukan klaim akan kesetaraan langsung dengan Tuhan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait