Cara Membaca Huruf Nun pada Surat An-Nas
Saat membaca Surat An-Nas, khususnya pada ayat kedua, ada hukum tajwid tertentu yang perlu diperhatikan terkait bacaan huruf nun. Banyak orang bertanya, bagaimana seharusnya melafalkan huruf nun ketika sampai pada kata seperti "An-Nas"?
Jawabannya terletak pada hukum tajwid yang disebut idgham. Dalam lafal "An-Nas", huruf nun (ن) yang bertasydid tidak dibaca terpisah, melainkan dilebur atau digabungkan ke huruf berikutnya. Karena huruf setelahnya juga adalah nun, maka bacaannya menjadi nn dengan panjang satu alif dan disertai ghunnah—yaitu dengung selama dua harakat.
Artinya, Anda tidak mengucapkan "An" lalu berhenti sejenak, melainkan langsung menyambung ke "Nas" dengan suara Annas, menggulung bunyi "n" dengan dengung yang cukup jelas. Ini termasuk dalam kaidah idgham mutamasilain, yaitu penggabungan dua huruf yang sama jenisnya.
Perlu diingat, saat membaca secara berurutan (waqaf tidak dilakukan di tengah), alif lam pada "An" tidak dibaca terpisah. Jadi, keseluruhan bacaan menjadi satu kesatuan yang lancar dan sesuai kaidah tajwid.
Menguasai hukum ini penting bagi siapa saja yang ingin membaca Al-Qur’an dengan benar, terutama dalam surat-surat pendek seperti An-Nas yang sering dibaca dalam salat. Dengan latihan dan perhatian pada hukum tajwid, bacaan Al-Qur’an akan lebih indah dan sesuai sunnah.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.