Gejala Awal Autism pada Bayi yang Perlu Diwaspadai Orang Tua

Autisme pada bayi bisa sulit dikenali karena gejalanya tidak selalu tampak jelas di awal. Namun, ada beberapa tanda yang bisa menjadi peringatan dini bagi orang tua. Salah satunya adalah minimnya kontak mata. Bayi biasanya mulai merespons tatapan orang dewasa sejak usia beberapa bulan, tapi anak dengan autisme cenderung menghindari kontak mata saat diajak bicara atau diajak berinteraksi.

Selain itu, perilaku berulang juga bisa menjadi indikator. Misalnya, bayi sering menepuk tangan, mengayunkan tangan, atau memainkan jari-jarinya secara terus-menerus tanpa alasan yang jelas. Perilaku ini biasanya terlihat berulang kali, bahkan dalam situasi yang tidak memerlukannya.

Gejala lain yang sering muncul adalah kesulitan dalam komunikasi. Anak mungkin tidak menjawab pertanyaan secara langsung, malah mengulang pertanyaan yang diajukan seolah-olah meniru kata-kata tersebut tanpa memahaminya. Ini dikenal sebagai echolalia, dan sering ditemui pada anak autis.

Meski demikian, tiap anak berkembang dengan kecepatannya sendiri. Tidak semua bayi yang menunjukkan tanda-tanda ini pasti mengalami autisme. Namun, bila orang tua mencurigai adanya keterlambatan perkembangan atau perilaku yang tidak biasa, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter anak atau ahli tumbuh kembang.

Deteksi dini sangat penting karena intervensi lebih awal dapat membantu anak berkembang secara optimal. Dengan dukungan yang tepat, anak dengan autisme bisa tumbuh menjadi pribadi yang unik dan berbakat dalam bidangnya masing-masing.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait