Wafatnya Nabi Sulaiman dalam Keadaan Berdiri

Salah satu kisah menakjubkan dalam sejarah para nabi adalah saat wafatnya Nabi Sulaiman ‘alaihissalam. Beliau tidak wafat seperti kebanyakan manusia yang berbaring saat ajal tiba. Sebaliknya, Nabi Sulaiman wafat dalam keadaan berdiri, tetap tegak sambil bersandar pada tongkatnya.

Diriwayatkan oleh Al-Hafidz Ibnu Asakir dan dikutip dalam tafsir Ibnu Katsir, Nabi Sulaiman wafat saat sedang melaksanakan ibadah. Beliau berdiri bersandar pada tongkatnya, dalam keadaan khusyuk dan penuh ketundukan kepada Allah. Keadaan ini begitu mengagumkan, hingga tidak ada yang menyadari beliau telah tiada—bahkan malaikat dan makhluk lainnya.

Yang menambah keajaiban, jasad beliau tetap berdiri selama lama, hingga akhirnya seekor rayap menggerogoti tongkat tempat beliau bersandar. Saat tongkat itu runtuh, barulah jenazah Nabi Sulaiman terjatuh. Di sinilah baru diketahui bahwa beliau telah wafat. Allah berfirman dalam Surah Saba’ ayat 14:

“Hingga ketika Kami telah menetapkan kematian, tidak ada yang menunjukkan kepada mereka (tentang kematian itu) kecuali rayap yang memakan tongkatnya.”

Kisah ini mengajarkan betapa mulianya Nabi Sulaiman hingga akhir hayat. Ia wafat dalam keadaan bermunajat, tetap tegak di jalan Allah. Ini menjadi tanda kemuliaan dari Sang Pencipta, sekaligus pengingat bagi kita untuk senantiasa menjaga kualitas ibadah dan kematian dalam keadaan baik—husnul khatimah.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait