Bentuk Hajar Aswad yang Suci

Hajar Aswad adalah salah satu bagian paling sakral dalam struktur Ka'bah di Masjidil Haram, Mekah. Batu ini berbentuk lonjong dengan ukuran sekitar 30 sentimeter, terletak di sudut tenggara Ka'bah, kira-kira 1,5 meter dari permukaan tanah. Warnanya yang hitam kemerahan membuatnya mudah dikenali, meski banyak yang tidak bisa menyentuhnya secara langsung karena kerumunan jamaah saat tawaf.

Untuk melindungi batu yang diyakini berasal dari zaman Nabi Ibrahim ini, Hajar Aswad dikelilingi bingkai perak murni. Bingkai ini tidak hanya berfungsi sebagai pelindung, tetapi juga menambah kesan khusyuk dan sakral. Dalam perjalanan sejarahnya, batu ini sempat pecah menjadi beberapa bagian, dan kini bagian-bagiannya disatukan kembali dengan bingkai logam yang kuat.

Bagi jutaan muslim di seluruh dunia, mencium atau melambaikan tangan ke arah Hajar Aswad saat tawaf adalah bagian dari mengikuti sunnah Nabi Muhammad ο·Ί. Meski tidak wajib, tindakan ini dilakukan dengan penuh kerinduan dan kekhusyukan. Bahkan jika tidak bisa menyentuhnya karena keramaian, cukup dengan mengarahkan pandangan dan memberi salam sudah dianggap cukup.

Hajar Aswad bukan sekadar batuβ€”ia menjadi simbol persatuan umat Islam. Dari berbagai penjuru dunia, mereka datang untuk menyaksikannya, menghormatinya, dan mengenang asal-usul ibadah haji yang telah berlangsung selama berabad-abad. Keberadaannya mengingatkan umat akan janji Allah dan pentingnya keikhlasan dalam beribadah.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait