Biaya Implementasi VAR Sepak Bola Capai Rp 85 Miliar
Sejak pertama kali diterapkan di kompetisi sepak bola profesional, Video Assistant Referee (VAR) menjadi perbincangan hangat, tidak hanya karena dampaknya terhadap keputusan wasit, tetapi juga karena biaya tinggi yang harus dikeluarkan untuk mengoperasikannya.
Menurut perkiraan Akhmad Hadian, pakar teknologi olahraga di Indonesia, biaya yang dibutuhkan untuk menjalankan sistem VAR mencapai sekitar US$ 6 juta atau setara Rp 85 miliar. Angka ini didasarkan pada referensi dari negara-negara yang telah lebih dulu menerapkan teknologi tersebut, seperti Thailand, serta dari pengalaman penyelenggaraan Piala Dunia 2018 di Rusia.
"Dana sebesar itu mencakup peralatan teknologi, instalasi kamera tambahan, sistem jaringan real-time, hingga pelatihan tim operator dan ofisial pertandingan," jelasnya. Angka ini bisa bervariasi tergantung skala kompetisi dan tingkat kecanggihan sistem yang digunakan.
Di Indonesia, wacana penerapan VAR sempat mengemuka dalam beberapa tahun terakhir, terutama saat PSSI ingin meningkatkan kualitas pengadilan pertandingan. Namun, tingginya biaya menjadi salah satu hambatan utama. Selain infrastruktur, perlu juga dipikirkan biaya operasional jangka panjang, termasuk pemeliharaan dan sumber daya manusia.
Meski mahal, banyak pihak menilai VAR penting untuk menjaga keadilan di lapangan. Keputusan yang lebih akurat berpotensi mengurangi kontroversi dan meningkatkan kredibilitas kompetisi. Namun, tantangannya tetap ada: bagaimana menyeimbangkan kemajuan teknologi dengan kemampuan finansial organisasi sepak bola lokal.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.