Ronaldo dan Kejayaannya di Juventus

Cristiano Ronaldo mungkin sudah meninggalkan Juventus, tetapi jejaknya di Turin masih terasa hingga kini. Selama tiga musim berseragam Si Nyonya Tua, dari 2018 hingga 2021, Ronaldo membuktikan bahwa ketajamannya tak perlu diragukan, meski usianya tak lagi muda.

Dalam periode singkat itu, ia mencetak 101 gol dari 134 penampilan di semua kompetisi. Angka yang luar biasa, terutama jika melihat bahwa ia datang ke Serie A saat sudah berusia 33 tahunโ€”usia di mana banyak pemain mulai melambat. Namun Ronaldo justru membungkam semua keraguan.

Ia langsung tancap gas sejak musim pertama, mencetak 28 gol di Serie A dan meraih gelar Capocannoniere. Ia juga menjadi pemain pertama dalam sejarah liga yang mencetak gol di setiap pertandingan liga domestik musim itu. Di Liga Champions, meski Juventus tak pernah menjuarainya selama era Ronaldo, kontribusinya tetap vital.

Selain gol, Ronaldo membawa semangat juang dan profesionalisme tingkat tinggi yang menginspirasi rekan-rekannya. Ia juga membantu mengangkat pamor Juventus di kancah global, terutama di pasar Asia dan Amerika.

Meski kepergiannya sempat meninggalkan rasa sedih bagi para tifosi, tak ada yang bisa menyangkal bahwa Ronaldo telah menulis babak emas dalam sejarah klub. Hanya dalam tiga musim, ia bukan cuma mencetak 101 gol, tapi juga meninggalkan warisan sebagai salah satu legenda modern Juventus.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait