Mengenal Kandungan Gizi Cilok, Jajanan Favorit Semua Kalangan

Siapa yang bisa menolak kenyalnya cilok? Jajanan khas Jawa Barat yang terbuat dari tepung tapioka ini selalu berhasil menggugah selera, apalagi jika disiram kuah kacang pedas atau kecap manis. Meski ukurannya kecil, jajanan yang sering kita temui di pinggir jalan ini ternyata menyimpan kandungan gizi yang lumayan padat untuk mengganjal perut.

Secara umum, cilok dibuat dari adonan utama tepung tapioka atau aci, yang kadang diberi sedikit tambahan cincangan daging sapi atau ayam untuk memperkaya rasa. Berdasarkan penelitian dari Rohmah dan Handayani (2013), dalam setiap 100 gram cilok terdapat kandungan energi sebesar 266 kkal. Jumlah kalori ini didominasi oleh karbohidrat sebesar 58,17 gram, yang berasal dari tingginya kandungan pati dalam tepung aci.

Selain karbohidrat, dalam porsi yang sama cilok juga mengandung 2,45 gram protein dan 2,57 gram lemak. Protein dan lemak ini biasanya didapat dari sedikit campuran daging serta bumbu pelengkap yang digunakan. Karena tinggi karbohidrat, cilok memang sangat pas dijadikan camilan peningkat energi di sela-sela aktivitas harian.

Namun, karena kandungan nutrisinya sebagian besar adalah karbohidrat kompleks dan minim serat, ada baiknya kita tetap bijak dalam mengonsumsinya. Mengombinasikan cilok dengan asupan gizi seimbang lainnya—seperti protein tambahan atau sayuran—bisa jadi cara pintar agar tubuh tetap sehat sambil tetap menikmati jajanan kesukaan.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait