Asal Uang Piala Dunia FIFA: Dari Sponsor hingga Dunia Digital

Setiap gelaran Piala Dunia selalu identik dengan hiruk-pikuk dan uang besar. Tapi pernahkah Anda bertanya, dari mana sebenarnya uang FIFA berasal? Jawabannya, sebagian besar datang dari para sponsor yang bersaing untuk tampil di panggung global.

Di Piala Dunia 2022 yang diselenggarakan di Qatar, peran tuan rumah sangat kental terasa. Sejumlah perusahaan besar asal Qatar turut serta membiayai acara ini. Salah satunya adalah Qatar Energy, yang menjadi sponsor tingkat atas. Dukungan juga datang dari QNB, bank terbesar di Timur Tengah, serta Ooredoo, perusahaan telekomunikasi ternama—keduanya berada dalam kategori sponsor tingkat tiga.

Tapi bukan cuma perusahaan lokal. FIFA juga menjaring mitra dari sektor yang sedang naik daun: dunia digital dan kripto. Salah satu pendukung utama adalah Crypto.com, platform keuangan digital yang membayar mahal untuk eksposur global. Selain itu, penyedia layanan blockchain juga ikut berperan, menandai masuknya teknologi masa depan ke dunia sepak bola.

Sponsor-sponsor ini bukan hanya memberi dukungan finansial, tapi juga menempatkan merek mereka di stadion, seragam wasit, dan siaran langsung di seluruh dunia. Bagi FIFA, kerja sama ini menjadi sumber pendapatan utama—dari hak siar, tiket, dan terutama dari kemitraan komersial.

Jadi, meskipun bola tetap jadi bintangnya, di balik layar, roda ekonomi yang menggerakkan Piala Dunia tak lepas dari kolaborasi strategis antara olahraga, bisnis, dan inovasi teknologi. Tidak heran, Piala Dunia tetap jadi salah satu acara paling menguntungkan di dunia.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait