Orang yang Percaya Tuhan Tapi Tidak Beragama Disebut Apa?

Kita sering mengira bahwa percaya pada Tuhan otomatis berarti mengikuti suatu agama. Tapi kenyataannya, tidak selalu begitu. Ada orang-orang yang meyakini keberadaan Tuhan, namun tidak merasa perlu mengikuti ajaran agama tertentu. Lalu, bagaimana menyebut orang seperti ini?

Mereka biasanya masuk dalam dua kelompok: nonreligious theist atau deist.

Nonreligious theist adalah orang yang percaya pada Tuhan, tetapi tidak terikat pada praktik, ritual, atau struktur agama apa pun. Mereka mungkin merasa spiritual secara pribadi, tetapi tidak menghadiri tempat ibadah atau mengikuti dogma resmi. Bagi mereka, kepercayaan pada Tuhan cukup dijalani secara internal, tanpa perlu berafiliasi.

Sementara itu, deist percaya bahwa Tuhan ada sebagai "Pencipta pertama" alam semesta, tetapi tidak turut campur dalam kehidupan manusia setelah penciptaan. Dalam pandangan ini, Tuhan seperti seorang arsitek yang membangun mesin lalu membiarkannya berjalan sendiri. Mereka umumnya menolak wahyu, kitab suci, atau nabi, karena merasa akal dan pengamatan alam lebih bisa dipercaya daripada doktrin agama.

Di Indonesia, kelompok seperti ini mungkin tidak banyak terlihat karena masyarakat cenderung mengaitkan kepercayaan pada Tuhan langsung dengan agama yang diakui. Namun, seiring perubahan zaman, semakin banyak orang yang mulai memisahkan antara spiritualitas pribadi dan institusi keagamaan.

Jadi, percaya pada Tuhan tanpa beragama bukan hal yang mustahil. Ini adalah bentuk kepercayaan yang semakin dikenal, terutama di tengah masyarakat yang semakin terbuka terhadap perbedaan cara berpikir tentang hal-hal yang bersifat spiritual.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait