Mengenang Erupsi Semeru 2021: Duka Lumajang dan Solidaritas yang Menguat

Desember 2021 menjadi salah satu bulan kelam bagi warga Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Pada Sabtu, 4 Desember 2021, Gunung Semeru kembali menunjukkan aktivitas vulkaniknya dengan memuntahkan awan panas guguran yang masif, menyelimuti permukiman warga dalam gulungan abu pekat.

Wilayah yang paling parah terdampak amukan gunung tertinggi di Pulau Jawa ini berada di Desa Supiturang, Kecamatan Pronojiwo. Hujan abu vulkanik yang lebat serta material erupsi membuat sejumlah rumah warga terkubur dan infrastruktur rusak parah, memutus akses di beberapa titik evakuasi.

Berdasarkan data resmi dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per 6 Desember 2021, tercatat ada 15 korban jiwa akibat bencana alam tersebut. Tim gabungan yang terdiri dari SAR, TNI, Polri, serta relawan langsung bergerak cepat melakukan evakuasi korban selamat dan mencari warga yang masih hilang di tengah medan yang menantang dan cuaca yang sering kali berubah-ubah.

Erupsi Semeru kala itu tidak hanya meninggalkan luka mendalam bagi para keluarga korban yang ditinggalkan, tetapi juga mengetuk pintu hati masyarakat luas. Berbagai bantuan logistik, posko pengungsian, hingga dapur umum didirikan berkat gotong royong dari berbagai penjuru negeri, membuktikan ketangguhan warga Lumajang dalam menghadapi cobaan berat.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait