Apa Itu Ijab Kabul dalam Pernikahan Islam?
Ketika upacara akad nikah berlangsung, ada satu momen yang paling dinantikan: saat calon suami mengucapkan janji pernikahan. Kalimat yang diucapkan oleh mempelai laki-laki saat akad ini dikenal sebagai kabul, sedangkan ucapan dari wali mempelai perempuan disebut ijab. Bersama-sama, keduanya membentuk prosesi yang dikenal sebagai ijab kabul.
Ijab kabul adalah rukun penting dalam pernikahan menurut ajaran Islam. Tanpa ucapan ini, pernikahan secara syariah belum dianggap sah. Dalam praktiknya, wali dari mempelai perempuan lebih dulu mengucapkan ijab, misalnya: “Saya nikahkan anak saya kepada Anda dengan mahar sekian.” Kemudian, calon suami menjawab dengan kabul, seperti: “Saya terima nikahnya dengan mahar yang telah disebutkan.”
Proses ini tidak hanya formalitas, tetapi juga simbol kesepakatan yang sakral antara dua keluarga dan pasangan. Ijab kabul dilakukan di depan saksi dan biasanya dipandu oleh penghulu atau tokoh agama. Di Indonesia, tradisi ini dijalankan dengan khidmat, sering kali disertai adat daerah masing-masing, meski esensinya tetap sama.
Setiap kata dalam ijab kabul memiliki makna hukum dan spiritual yang dalam. Karena itu, pengucapannya harus jelas, disertai niat, dan dilakukan dalam satu majelis yang sama. Jika terputus atau tidak lengkap, akad bisa batal dan harus diulang.
Bagi banyak pasangan, momen ijab kabul adalah puncak dari perjalanan cinta mereka—saat dua insan resmi menjadi pasangan suami istri dalam bingkai agama dan hukum.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.