Kapan Allah Ada? Sebuah Pertanyaan di Luar Waktu

Ketika kita bertanya, "Kapan Allah ada?", sebenarnya kita sedang mencoba memahami yang kekal dengan pikiran yang terbatas dalam ruang dan waktu. Padahal, waktu itu sendiri adalah bagian dari ciptaan-Nya. Jika waktu diciptakan, maka Allah pasti ada sebelum waktu muncul.

Jadi, jawaban yang paling tepat bukan angka tahun atau momen dalam sejarah. Tapi: Allah ada sebelum kata β€œkapan” itu sendiri ada. Kita terbiasa mengukur segala sesuatu dengan waktu β€” lahir, mati, mulai, berakhir. Tapi Allah tidak masuk dalam skema itu. Beliau adalah Sang Pencipta waktu, bukan makhluk yang tunduk pada hitungan jam, hari, atau abad.

Bayangkan seperti ini: jika sebuah film punya awal dan akhir, sutradara tidak terjebak di dalam layar. Ia berada di luar, sebelum film dimulai, dan tetap ada setelah film selesai. Begitu pula Allah β€” menciptakan waktu, mengaturnya, namun tak terikat olehnya.

Ini bukan soal logika semata, tapi soal keyakinan dan pengertian bahwa ada sesuatu yang mutlak, abadi, dan tak tergantung pada apa pun. Allah tidak muncul pada suatu saat. Karena kalau Ia muncul, berarti Ia butuh penyebab. Padahal, Ia adalah Penyebab Pertama β€” yang tanpa awal dan tanpa akhir.

Maka, pertanyaan "kapan" tidak lagi relevan. Karena di balik waktu, di luar ruang, Allah telah ada. Dan tetap ada.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait