Kapan Anak Boleh Menonton TV?

Orang tua kerap bingung kapan anak boleh mulai menonton televisi. Jawabannya tidak serta-mula, karena usia sangat menentukan durasi dan jenis tayangan yang tepat.

Balita di bawah 18 bulan sebaiknya benar-benar bebas dari layar, kecuali untuk keperluan video call dengan keluarga jauh. Waktu ini sangat penting bagi perkembangan otak dan interaksi langsung dengan orang tua. Stimulasi dari suara, sentuhan, dan tatap muka langsung jauh lebih bermakna daripada gambar bergerak di layar.

Memasuki usia 18 hingga 24 bulan, anak boleh mulai melihat tayangan edukatif, tetapi harus didampingi. Pilih konten yang membantu pengenalan huruf, angka, atau interaksi sosial sederhana. Dampingi dengan berbicara bersama anak tentang apa yang mereka lihat, agar pembelajaran lebih bermakna.

Untuk anak usia 2 hingga 5 tahun, batas menonton tayangan non-edukatif—seperti kartun hiburan—hanya satu jam per hari di hari biasa. Di akhir pekan, waktu ini bisa diperpanjang hingga tiga jam, asalkan tetap dengan pengawasan. Namun, jangan biarkan layar menggantikan waktu bermain aktif, membaca buku, atau berinteraksi sosial.

Ingat, TV bukan pengasuh. Kualitas waktu bersama anak jauh lebih penting daripada durasi menonton. Pilih tayangan dengan bijak, sertai dengan diskusi, dan utamakan aktivitas yang melibatkan fisik dan imajinasi anak.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait