Waktu Wukuf di Arafah: Detik-Detik Paling Suci dalam Haji

Wukuf di Arafah adalah puncak dari seluruh rangkaian ibadah haji. Tanpa wukuf, ibadah haji tidak sah. Berdasarkan pendapat mayoritas ulama, waktu pelaksanaan wukuf dimulai pada hari kesembilan bulan Dzulhijjah, atau yang dikenal sebagai Hari Arafah. Waktu ini dimulai setelah matahari tergelincir ke barat (sekitar pukul 1 siang waktu Arab Saudi) hingga terbit fajar pada hari kesepuluh Dzulhijjah.

Ini berarti jamaah haji harus berada di Padang Arafah pada siang hingga sore hari di tanggal 9 Dzulhijjah. Mereka kemudian mendengarkan khutbah, melaksanakan salat, dan mengisi waktu dengan doa, dzikir, serta taubat. Detik-detik ini dikenal sebagai momen paling mustajab untuk memohon ampunan dan rahmat dari Allah.

Wukuf bukan sekadar berdiri di suatu tempat. Ia adalah simbol pengakuan akan kelemahan manusia di hadapan Sang Pencipta. Di Arafah, jamaah berdiri tanpa membedakan suku, warna kulit, atau status sosial—semua sama, hanya dibedakan oleh ketakwaan.

Setelah matahari terbenam, jamaah mulai bergerak menuju Muzdalifah untuk melanjutkan rangkaian haji. Namun, kenangan akan suasana haru di Arafah—dengan jutaan manusia berdoa bersama—akan terus membekas dalam hati.

Bagi umat Islam di seluruh dunia yang tidak bisa pergi haji, Hari Arafah tetap istimewa. Banyak yang memperbanyak puasa dan ibadah pada hari ini, karena disebut sebagai hari pengampunan dosa dan pembebasan dari neraka.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait