Kenapa Australia Disebut Negara Terbalik?

Jika kamu pernah mendengar istilah "Australia itu negara terbalik", mungkin kamu langsung membayangkan orang berjalan terbalik atau segalanya terbalik secara harfiah. Tapi tenang, itu bukan karena gravitasinya beda. Istilah ini justru muncul karena posisi geografisnya yang unik.

Australia berada di belahan bumi selatan, sedangkan sebagian besar negara yang dikenal dunia—seperti Indonesia, Amerika, atau Eropa—berada di belahan bumi utara. Karena letaknya yang berlawanan, musim di Australia juga "terbalik" dibandingkan dengan negara-negara di utara.

Bayangkan, saat di Indonesia sedang musim panas di bulan Desember, di Australia malah sedang musim dingin. Tapi tunggu, ada yang lucu: saat Desember di Australia justru musim panas, karena mereka sedang mengalami musim summer. Jadi, Natal yang disambut dengan salju dan jaket tebal di Eropa, di Australia dirayakan dengan celana pendek dan es krim di pantai!

Perbedaan musim ini terjadi karena kemiringan sumbu bumi saat mengelilingi matahari. Saat belahan bumi selatan lebih condong ke arah matahari, mereka mengalami musim panas, sementara belahan utara mengalami musim dingin, begitu juga sebaliknya.

Nah, karena hal-hal seperti inilah, banyak orang menyebut Australia sebagai "negara terbalik". Bukan karena dunianya terbalik, tapi karena pengalaman musimnya yang kebalikan dari kebanyakan orang. Bagi yang belum pernah ke sana, mungkin terasa aneh. Tapi bagi warga lokal, itulah kenyataan sehari-hari.

Jadi, kalau kamu liburan ke Sydney atau Melbourne, jangan lupa bawa pakaian sesuai musim. Karena saat kamu merayakan Lebaran dengan cuaca panas, di sana malah bisa jadi sedang musim hujan atau bahkan musim dingin!

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait