Benarkah Bayi Tidak Boleh Lihat Cermin? Ini Faktanya

Bayi tidak boleh melihat cermin — pernah dengar larangan seperti ini? Di beberapa budaya, terutama dalam kepercayaan tradisional, ada anggapan bahwa bayi yang melihat cermin bisa membuka 'pintu' kepada dunia gaib. Konon, bayi memiliki "mata batin" yang lebih peka, sehingga saat melihat bayangannya di kaca, ia justru bisa berinteraksi dengan makhluk halus.

Lebih seram lagi, ada kepercayaan bahwa bila bayi bercermin, umurnya tidak akan panjang. Mitos ini sempat begitu kuat di kalangan masyarakat dulu, hingga banyak orang tua menutup cermin atau melarang bayi berada di depannya.

Namun, semua ini hanyalah mitos turun-temurun tanpa dasar ilmiah. Dari sudut pandang medis dan perkembangan anak, melihat cermin justru bermanfaat bagi bayi. Sekitar usia 6-9 bulan, bayi mulai mengenali bayangan dirinya di kaca — sebuah tanda penting dalam tahap perkembangan kognitif dan kesadaran diri.

Pada usia tersebut, bayi mulai belajar membedakan antara dirinya dan orang lain. Melihat cermin membantu mereka memahami konsep identitas, ekspresi wajah, dan gerakan tubuh. Bahkan, dokter anak menganjurkan stimulasi seperti ini untuk mendukung tumbuh kembangnya.

Jadi, tidak ada bahaya medis ketika bayi melihat cermin. Yang perlu diperhatikan hanyalah keamanan — pastikan cermin terpasang kuat dan tidak mudah jatuh atau pecah.

Lagi pula, siapa yang tahan melihat tingkah lucu bayi yang terpesona melihat bayangannya sendiri? Daripada takut akan mitos, lebih baik nikmati momen itu sebagai bagian dari pertumbuhan si kecil.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait