Kenapa Binary Option Dianggap Penipuan?

Binary option semakin dikenal oleh masyarakat Indonesia, terutama lewat tawaran keuntungan besar dalam waktu singkat. Namun, di balik janji menggiurkan itu, tersembunyi praktik yang sangat merugikan. Otoritas seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan media terkemuka seperti Bisnis.com telah mengungkap bahwa binary option ditetapkan sebagai investasi bodong.

Akarnya sederhana: binary option bukanlah trading sungguhan, melainkan . Dalam praktiknya, Anda tidak benar-benar membeli aset atau saham. Anda hanya menebak arah pergerakan harga dalam jangka waktu tertentu—naik atau turun. Jika tebakan salah, uang Anda langsung hilang. Sementara jika menang, keuntungannya dibayar dari dana investor lain, bukan dari keuntungan nyata pasar keuangan.

Model seperti ini sangat rentan dimanipulasi oleh pihak penyelenggara. Banyak platform binary option yang tidak terdaftar secara resmi, beroperasi secara ilegal, dan pada akhirnya menipu para investornya. Mereka menggunakan iklan agresif, testimoni palsu, hingga tekanan psikologis agar orang cepat ikut serta, padahal risiko kehilangan seluruh uang sangat tinggi.

Sejak 2022, OJK telah beberapa kali mengingatkan publik tentang bahaya ini. Bahkan, banyak kasus pelaporan terjadi setelah para korban menyadari bahwa mereka tidak bisa menarik dana, atau tiba-tiba akun diblokir saat ingin mencairkan keuntungan.

Jadi, meski terdengar canggih dan menjanjikan, binary option lebih dekat ke perjudian daripada investasi yang sehat. Bagi yang ingin berinvestasi, lebih aman memilih instrumen yang diawasi oleh otoritas resmi seperti saham, reksa dana, atau obligasi.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait