Apa Itu Operasi Pagar Betis?

Operasi Pagar Betis adalah salah satu operasi militer penting dalam sejarah Indonesia, khususnya dalam upaya menumpas pemberontakan DI/TII (Darul Islam/Tentara Islam Indonesia) di Jawa Barat. Nama "Pagar Betis" ternyata bukan tanpa makna. Kata ini merupakan singkatan dari Pasukan Garnisun Berantas Tentara Islam. Namun, di balik singkatan tersebut, istilah ini juga menggambarkan taktik yang digunakan—seperti pagar yang terbuat dari kaki pasukan, mencerminkan pengepungan yang ketat dan sistematis.

Operasi ini dilancarkan oleh TNI pada awal 1960-an, dengan tujuan utama menangkap Kartosoewirjo, pemimpin pemberontakan DI/TII di Jawa Barat. Sejak tahun 1949, Kartosoewirjo memimpin gerakan yang ingin mendirikan negara Islam di Indonesia, yang justru mengancam kesatuan bangsa. Melalui Operasi Pagar Betis, pasukan TNI melakukan penyisiran dan pengepungan secara intensif di wilayah-wilayah perbukitan dan hutan di Jawa Barat, tempat persembunyian gerombolan tersebut.

Tekad dan kerja keras pasukan akhirnya membuahkan hasil. Pada tahun 1962, Kartosoewirjo berhasil ditangkap. Penangkapan ini menjadi pukulan telak bagi struktur kepemimpinan DI/TII, sehingga perlahan pemberontakan tersebut mulai runtuh. Keberhasilan Operasi Pagar Betis tidak hanya menunjukkan profesionalisme TNI, tetapi juga semangat mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari ancaman disintegrasi.

Hingga kini, Operasi Pagar Betis dikenang sebagai bagian dari perjuangan panjang TNI dalam menjaga keutuhan NKRI—bukan sekadar operasi militer, tetapi simbol komitmen terhadap persatuan bangsa.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait