Kenapa Kepala Kliyengan Setelah Makan? Ini Penyebabnya
Pernahkah Anda merasa pusing atau kepala kliyengan sesaat setelah menyelesaikan hidangan? Kondisi ini tentu terasa mengganggu dan sering kali menimbulkan rasa cemas. Dalam dunia medis, sensasi pusing setelah makan paling sering dipicu oleh fenomena yang disebut postprandial hypotension, yaitu penurunan tekanan darah secara tiba-tiba pascamakan. Fenomena ini cukup umum dan diperkirakan dialami oleh sepertiga orang di seluruh dunia.
Saat kita menyantap makanan, tubuh secara otomatis memulai mekanisme organ yang sangat kompleks. Agar proses pencernaan berjalan optimal, jantung akan memompa lebih banyak darah menuju lambung dan usus halus. Pada kondisi normal, pembuluh darah di bagian tubuh lain akan menyempit dan detak jantung sedikit meningkat untuk menjaga tekanan darah tetap stabil di seluruh tubuh, termasuk otak.
Namun, bagi sebagian orang, sistem saraf otonom yang bertugas mengatur proses ini tidak bekerja dengan cepat. Akibatnya, darah terlalu banyak menumpuk di area perut, sementara pasokan darah dan oksigen ke otak berkurang drastis secara mendadak. Hal inilah yang memicu rasa melayang, lemas, hingga kepala kliyengan.
Selain faktor tekanan darah, keluhan ini juga bisa diperparah oleh jenis makanan yang dikonsumsi. Makanan yang kaya karbohidrat sederhana dan gula tinggi dapat menyebabkan lonjakan serta penurunan gula darah secara cepat (hipoglikemia reaktif), yang juga memicu pusing. Untuk menyiasatinya, Anda disarankan untuk makan dalam porsi kecil tetapi lebih sering, membatasi karbohidrat olahan, serta menghindari aktivitas berat atau langsung berdiri secara mendadak setelah makan.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.