Kapan Waktu Terbaik untuk Berjemur? Ternyata Ada Waktunya
Belakangan banyak yang bertanya, kenapa harus berjemur tepat pada pukul 10.00 hingga 11.00 pagi? Jawabannya cukup sederhana: itu adalah waktu di mana sinar matahari mengandung ultraviolet B (UVB) dalam kadar yang cukup untuk membantu tubuh memproduksi vitamin D secara optimal—tanpa terlalu berisiko menyebabkan kerusakan kulit.
Vitamin D sangat penting bagi kesehatan tulang, daya tahan tubuh, bahkan suasana hati. Tubuh kita bisa membuat vitamin D secara alami saat kulit terpapar sinar UVB dari matahari. Namun, tidak semua sinar matahari punya kemampuan ini. Di pagi hari sekitar pukul 10 hingga 11, sinar UVB cukup kuat untuk merangsang produksi vitamin D, tapi belum terlalu menyengat seperti siang hari.
Para ahli menyarankan berjemur selama 15 hingga 30 menit di waktu tersebut, cukup dengan muka, tangan, dan lengan terbuka. Lebih dari itu, risiko paparan sinar UV mulai meningkat, terutama di negara tropis seperti Indonesia yang intensitas cahaya mataharinya cukup tinggi.
Perlu dicatat, meski pagi hari terlihat cerah, sebelum pukul 10.00 sinar UVB belum cukup kuat untuk membantu pembentukan vitamin D. Sementara setelah pukul 11.00, paparan sinar UVA dan UVB mulai meningkat, yang bisa mempercepat penuaan kulit atau bahkan risiko kanker kulit jika tanpa pelindung.
Jadi, berjemur itu bagus—tapi ada waktunya. Pukul 10 hingga 11 pagi memang jadi pilihan cerdas: cukup manfaat, minim risiko. Cukup duduk santai di teras atau jendela rumah, tanpa perlu berkeringat. Praktis, alami, dan gratis!
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.