Kenapa Hasil Indonesia vs Guam Tidak Dihitung?
Saat pertandingan kualifikasi Piala Asia atau turnamen regional lainnya, terkadang kita melihat hasil pertandingan tertentu "tidak dihitung" dalam klasifikasi akhir. Hal ini sempat menjadi pertanyaan besar ketika Indonesia bertemu Guam, lalu hasilnya tiba-tiba dianggap tidak relevan dalam perhitungan runner-up terbaik.
Penyebabnya cukup sederhana: jumlah tim di tiap grup tidak seimbang. Misalnya, di Grup B ada lima tim yang bertanding, sementara di Grup H hanya tiga tim. Untuk membuat perbandingan antar runner-up dari tiap grup terasa adil, FIFA atau AFC (tergantung penyelenggara) hanya menghitung hasil melawan tim peringkat pertama dan ketiga di grup mereka masing-masing—dan hanya dalam grup dengan jumlah peserta yang sama atau disesuaikan.
Nah, karena Grup H hanya memiliki tiga tim, maka kriteria penilaian runner-up terbaik hanya memperhitungkan pertandingan melawan peringkat pertama dan ketiga. Dalam kasus Indonesia, yang berada di grup dengan lima tim, pertandingan melawan tim peringkat keempat dan kelima—seperti Guam—dianggap tidak perlu dimasukkan ke dalam perhitungan akhir.
Itulah sebabnya, meski Indonesia mungkin menang besar atas Guam, kemenangan itu tidak dihitung saat menentukan siapa runner-up terbaik yang lolos. Aturan ini memang terlihat rumit, tapi tujuannya agar semua grup dinilai secara proporsional, tanpa keuntungan karena bertemu lebih banyak lawan yang lemah.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.