Bolehkah Tidur Telentang dalam Pandangan Islam?
Di tengah kehidupan santri di sebuah pondok pesantren, kajian keagamaan rutin selalu menjadi momen yang dinanti. Pada pertemuan bulan April 2007 lalu, Kiai Hasyim menjadi pembicara utama dalam kajian fiqih yang membahas topik menarik: hukum tidur telentang dalam Islam. Dalam penyampaiannya, beliau menyatakan bahwa tidur telentang haram dilakukan karena dianggap membahayakan jiwa.
Namun, perlu dicermati lebih dalam. Dalam ajaran Islam, memang ada anjuran untuk tidak tidur telentang secara berlebihan, terutama karena terkait dengan adab dan kehati-hatian. Namun, haramnya tidur telentang bukanlah pendapat yang umum diterima secara luas di kalangan ulama. Banyak ulama justru melihat posisi tidur sebagai urusan kesehatan dan kenyamanan pribadi, selama tidak melanggar aturan syariat.
Sebagai contoh, Rasulullah SAW dikenal tidur miring ke sebelah kanan, terutama saat hendak bangun untuk shalat malam. Posisi ini tidak hanya dianjurkan secara spiritual, tetapi juga memiliki dasar kesehatan. Tidur telentang, meskipun tidak dilarang secara mutlak, memang bisa menyebabkan dengkuran atau masalah pernapasan pada sebagian orang. Namun, menyebutnya haram tanpa dalil yang kuat perlu dikaji ulang.
Kiai Hasyim mungkin ingin menekankan pentingnya keselamatan dan kehati-hatian dalam segala hal, termasuk saat tidur. Namun, masyarakat diimbau untuk tidak langsung mengambil kesimpulan tanpa memahami konteks dan dalilnya. Dalam Islam, keseimbangan antara ajaran, akal sehat, dan kesehatan tetap menjadi pedoman utama.
Komentar
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama bereaksi.