Kontainer Impor Melambung, Ini Penyebabnya

Harga kontainer impor sempat melonjak tajam dalam beberapa tahun terakhir, terutama terasa sejak akhir 2020 hingga pertengahan 2021. Banyak pelaku usaha dan pengusaha logistik merasakan beban tambahan karena biaya pengiriman yang membengkak. Salah satu alasan utama di balik mahalnya kontainer adalah kelangkaan kontainer di berbagai negara, termasuk Indonesia.

Saat pandemi melanda, pola perdagangan dunia ikut berubah drastis. Negara-negara eksportir seperti Tiongkok kebanjiran permintaan barang dari luar negeri, terutama dari AS dan Eropa. Namun, ketika barang-barang itu tiba di tujuan, kontainer-kontainer tersebut sering kali tak bisa langsung kembali ke negara asal karena terhambat pembatasan aktivitas, penumpukan di pelabuhan, dan kurangnya kapasitas angkut balik.

Di Indonesia, kondisi ini membuat jumlah kontainer kosong yang tersedia untuk ekspor menjadi sangat terbatas. Padahal, banyak perusahaan lokal butuh kontainer untuk mengekspor produk seperti kopi, rempah, atau hasil perkebunan. Akibatnya, perusahaan harus bersaing mendapatkan kontainer, dan harga sewa atau pembelian kontainer ikut meroket.

Kelangkaan ini tidak hanya memengaruhi biaya, tetapi juga mengganggu perdagangan dalam negeri. Pengiriman antar pulau jadi lebih mahal dan lambat, karena armada kontainer lebih difokuskan untuk rute ekspor-impor internasional yang lebih menguntungkan secara finansial.

Saat ini, kondisi sudah mulai membaik seiring normalisasi arus barang global. Namun, peristiwa ini mengingatkan pentingnya infrastruktur logistik yang tangguh dan manajemen rantai pasok yang lebih fleksibel agar Indonesia tak mudah terguncang oleh gejolak global.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait