Mitos atau Fakta: Alasan Orang Jawa Melarang Makan Rujak di Malam Hari

Di tengah masyarakat Jawa, ada banyak nasihat leluhur yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satu larangan unik yang kerap kita dengar adalah pantangan makan rujak di malam hari. Sebagian orang mungkin menganggap hal ini sekadar mitos atau buah bibir belaka, tetapi jika dilihat dari sudut pandang kesehatan, nasihat tua ini ternyata memiliki alasan ilmiah yang sangat masuk akal.

Rujak identik dengan perpaduan buah-buahan segar yang cenderung memiliki cita rasa asam, seperti mangga muda, kedondong, dan nanas, yang disiram sambal pedas. Mengonsumsi buah-buahan tinggi kadar asam di malam hari dapat meningkatkan kadar gas dan asam lambung dalam saluran pencernaan kita. Saat malam hari, aktivitas tubuh kita menurun dan sistem pencernaan bekerja lebih lambat dari biasanya.

Ketika kita tidur dengan kondisi perut yang baru saja terisi makanan sangat asam dan pedas, risiko terkena refluks asam lambung (GERD), perut kembung, hingga mulas akan meningkat drastis. Hal ini tentu dapat mengganggu kualitas tidur dan membuat perut terasa tidak nyaman hingga keesokan harinya.

Jadi, larangan orang tua zaman dahulu sebenarnya merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan tubuh. Jika Anda sangat mengidamkan rujak, sebaiknya nikmati kuliner segar ini pada siang hari agar tubuh memiliki waktu yang cukup untuk mencernanya dengan baik.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait