Kenapa Orang Jepang Tidak Pakai Celana Dalam?

Di Jepang, ada kebiasaan unik yang mungkin mengejutkan bagi sebagian orang: banyak orang, terutama perempuan, yang memilih tidak mengenakan celana dalam saat mengenakan pakaian tradisional seperti kimono atau yukata. Ini bukan karena alasan kesehatan atau kenyamanan semata, tapi lebih karena alasan budaya dan praktis.

Salah satu alasan utamanya adalah agar tidak kedinginan. Banyak orang Jepang percaya bahwa bahan celana dalam, terutama yang berbahan sintetis, bisa menyerap kelembapan dan justru membuat tubuh lebih cepat dingin saat udara sedang sejuk. Dengan tidak memakai celana dalam, mereka merasa lebih hangat dan nyaman, terutama saat duduk di lantai atau bergerak dalam kimono yang longgar.

Selain itu, ada juga alasan rasa malu. Saat mengenakan pakaian panjang yang mudah berkibar, seperti kimono atau rok panjang, angin bisa saja secara tidak sengaja membuat bagian dalam rok terlihat. Namun, karena pakaian tradisional Jepang dirancang dengan lapisan ganda dan cara duduk yang tertutup (seperti duduk bersila atau jongkok), risiko terlihat justru lebih kecil dibandingkan jika memakai celana dalam yang bisa terlihat saat tertiup angin.

Kebersihan juga menjadi faktor penting. Masyarakat Jepang sangat menjaga kebersihan pribadi, dan banyak yang lebih memilih tidak memakai celana dalam agar lebih mudah membersihkan diri, terutama saat menggunakan toilet tradisional atau saat berada di onsen (pemandian air panas).

Jadi, kebiasaan ini bukan tentang gaya bebas, tapi lebih tentang budaya, kenyamanan, dan kebiasaan turun-temurun yang masih dijaga hingga kini. Di Jepang, norma dan praktik keseharian sering kali punya makna yang lebih dalam daripada sekadar penampilan luar.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait