Mengapa Pesawat Tidak Boleh Menabrak Burung?

Anda mungkin pernah mendengar istilah bird strike atau tabrakan dengan burung saat pesawat terbang. Meski terdengar sepele, kejadian ini sangat berbahaya dan menjadi perhatian serius dalam dunia penerbangan.

Burung yang terbang dan menabrak pesawat, terutama di area kaca kokpit atau mesin, bisa menyebabkan kerusakan serius. Bayangkan, pesawat terbang dengan kecepatan ratusan kilometer per jam, sementara burung juga bergerak cukup cepat. Tumbukan antara keduanya menghasilkan gaya benturan yang sangat besar.

Kaca depan pesawat memang dirancang kuat, namun benturan dengan burung seukuran elang atau bebek bisa membuat retak bahkan pecah. Jika retakan terjadi di area kritis, tekanan udara di dalam kabin bisa terganggu. Kondisi ini membuat pesawat tidak bisa terbang di ketinggian aman dan pilot terpaksa melakukan pendaratan darurat.

Selain kaca kokpit, mesin jet juga sangat rentan. Jika burung termakan mesin saat pesawat lepas landas atau mendarat, bisa terjadi engine failureβ€”mesin mati mendadak. Ini pernah terjadi pada penerbangan US Airways 1549 yang harus mendarat darurat di sungai Hudson karena mesinnya lumpuh setelah menabrak kawanan burung.

Untuk mencegahnya, bandara besar biasanya punya tim khusus untuk mengusir burung dari sekitar landasan. Selain itu, desain pesawat modern juga terus ditingkatkan agar lebih tahan terhadap benturan.

Jadi, meski terlihat kecil, seekor burung bisa jadi ancaman besar bagi keselamatan penerbangan. Itulah mengapa pencegahan tabrakan dengan burung menjadi prioritas utama di bandara-bandara di seluruh dunia.

Lihat juga

Artikel mendalam

Topik terkait